Bagaimana Cara Ternak Perkutut Bangkok

Pernahkah Anda mendengarkan suara perkutut di pagi hari lalu merasa hati mendadak adem? Suara anggungan perkutut memang punya daya tarik magis tersendiri. Tidak heran kalau hobi memelihara burung perkutut, khususnya jenis Bangkok, tidak pernah ada matinya.

Dari sekadar hobi menikmati suaranya di teras rumah, banyak penghobi yang akhirnya penasaran: bagaimana ya kalau burung ini ditangkarkan sendiri? Selain menyalurkan hobi, beternak perkutut Bangkok ternyata bisa jadi peluang cuan dan pendapatan sampingan yang menjanjikan, lho!

Nah, buat Anda yang ingin mulai terjun ke dunia breeding perkutut Bangkok, yuk simak panduan lengkapnya berdasarkan pengalaman langsung di lapangan!

Berawal dari Hobi, Nyemplung Jadi Peternak

Semua cerita sukses biasanya berawal dari langkah kecil. Pengalaman saya sendiri memulai usaha ternak ini murni dari kecintaan pada burung perkutut Bangkok. Lama-kelamaan, muncul ide: “Kenapa tidak coba dikembangbiakkan sekalian buat tambahan isi dompet?”

Namanya juga baru belajar, langkah awalnya tidak langsung mulus atau pakai modal besar. Saya memulainya dengan 3 pasang indukan saja yang dibeli dengan kisaran harga yang cukup terjangkau. Tiga pasang ini sengaja dijadikan sebagai “kelinci percobaan” atau ajang uji coba untuk memahami karakter burung, cara merawat, hingga trik menghadapi berbagai dinamika di dalam kandang.

Dari pengalaman itu, ada tiga kunci utama yang wajib pegang teguh kalau mau sukses: kesabaran, ketekunan, serta kemauan untuk terus belajar dan berdiskusi dengan para ahli atau peternak senior. Tanpa ketiganya, dijamin bakal gampang menyerah di tengah jalan!

Tahapan Lengkap Ternak Perkutut Bangkok untuk Pemula

Supaya perjalanan breeding Anda lebih terarah dan tidak meraba-raba, berikut adalah tahapan praktis yang bisa langsung dipraktikkan:

1. Menyiapkan Kandang Ternak yang Nyaman

Tidak perlu langsung membuat kandang mewah dari tembok permanen. Untuk pemula, Anda bisa menggunakan kandang minimalis dari kawat ram atau sangkar khusus ternak ukuran sedang (misalnya 50 x 50 x 75 cm).

  • Pastikan kandang mendapat sinar matahari pagi yang cukup.
  • Jaga kebersihan kandang agar burung terhindar dari penyakit.
  • Sediakan wadah sarang serta bahan sarang seperti jerami kering atau daun cemara kering.

2. Seleksi Indukan Awal (Belajar dari 3 Pasang)

Seperti pengalaman saya di awal, mulailah dengan jumlah yang rasional (misalnya 2 sampai 3 pasang). Pilih indukan yang sehat, tidak cacat, dan sudah berumur mapan (di atas 8–12 bulan). Untuk perkutut Bangkok, pastikan suaranya bagus, berbadan besar, dan memiliki mental yang tenang. Jangan lupa gunakan teknik penjodohan yang tepat (seperti metode dempet sangkar selama sebulan) agar indukan tidak sering “KDRT” atau berkelahi saat disatukan.

3. Pemberian Pakan dan Nutrisi Berkualitas

Indukan yang produktif butuh asupan gizi yang topcer. Berikan pakan harian berupa campuran milet, ketan hitam, jewawut, dan biji-bijian lainnya. Jangan lupa tambahkan grit (asinan) atau tulang sotong sebagai sumber kalsium agar cangkang telur nantinya kuat dan tidak mudah pecah. Air minum bersih harus selalu diganti setiap hari.

4. Perawatan Telur dan Anakan

Biasanya, indukan perkutut akan bertelur sebanyak 2 butir. Biarkan induknya mengerami sendiri selama kurang lebih 14–18 hari. Setelah menetas, orang tua burung akan meloloh anaknya sendiri. Tugas kita adalah memastikan suplai pakan dan minum di kandang tidak pernah kosong, serta menjaga suasana sekitar kandang tetap tenang dan tidak bising agar indukan tidak stres.

5. Pemasangan Ring (Gelang) Kaki

Ketika anakan perkutut sudah berusia sekitar 10–14 hari, saatnya memasang ring burung. Ring ini penting sebagai identitas ternak Anda, menandakan bahwa burung tersebut adalah hasil breeding farm resmi, sekaligus mendongkrak nilai jualnya di pasaran.

Beternak perkutut Bangkok itu ibarat merajut kesabaran. Prosesnya memang butuh ketelatenan, tapi rasanya luar biasa puas saat mendengar anakan pertama mulai belajar manggung di kandang sendiri. Siapa sangka, hobi ngopi di teras sambil dengar suara perkutut kini bisa berbuah manis jadi sumber cuan tambahan.


#Indukan #PerkututBangkok #pbcbirdfarm #tipstrik #bredding #penangkaranperkutut #penjodohanperkututbangkok #perkututbangkokindonesia #perkututbangkokbogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *